Kamis, 28 Januari 2016

ILMU KOGNITIF DAN BELAHAN OTAK KANAN

ILMU KOGNITIF DAN BELAHAN OTAK KANAN 

Ilmu kognitif dapat didefinisikan sebagai studi tentang prinsip-prinsip yang mendasari kognisi bersama dengan Instansiasi dalam otak dan pikiran. Penjajaran ilmu kognitif dan proses  persepsi dan pengakuan, belajar dan memori, penalaran dan berpikir secara umum, produksi bahasa dan pemahaman, pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, dan perencanaan motorik. Proses ini memiliki kesamaan yang mereka hasilkan, menyimpan dan mengubah informasi menggunakan pengetahuan internal dan memberikan subjek dengan repertoar simbolis representasi dari dunia yang independen dari saat ini dan lokasi. Ini mengikuti dari katalog ini hanya psikologi dan neuroscience, sebanyak mereka berurusan dengan kognisi satu dengan Instansiasi dalam pikiran dan yang lainnya dengan Instansiasi di otak merupakan inti dari ilmu kognitif. Linguistik mempelajari bahasa formal, dan interaksi manusia mesin lebih di perbatasan antara kecerdasan alami dan buatan. Bahasa formal dan logika berlaku baik untuk kapasitas manusia dan mesin dan manusia mesin interaksi dapat dilihat sebagai interaksi antara kecerdasan alami dan buatan.
Para ilmuwan yang mendukung dualisme tubuh-pikiran mempercayai bahwa tubuh dan pikiran dapat eksis bersama-sama. Pandangan ini memunculkan masalah mendasar yakni menentukan bagaimana pikiran terhubung dengan tubuh, dan sebaliknya. Terdapat beragam ide tentang hubungan pikiran dan tubuh. Apakah yang sesungguhnya kita maksudkan ketika kita berbicara tentang pikiran? Kita sedang membicarakan hal-hal yang mampu dilakukan oleh otak, misalnya berfikir, mempertahankan objek dalam memori, mempersiapkan suatu peristiwa dan member penilaian, dan juga pengalaman-pengalaman kompleks yang mampu ditimbulkan oleh system kognitif kita. Seperti perasaan cinta, duka, seni (mengarang lagu) dan humor (membuat lelucon). Dalam pengertian ini, pikiran tersusun dari berbagai proses yang sedang dilakukan oleh otak.
Otak memiliki karakteristik-karakteristik fisik. Otak terdiri dari neuron-neuron. Otak selalu bekerja, tidak pernah beristirahat dan senantiasa dipenuhi aktivitas elektrokimia. Meskipun demikian, struktur arsitektural otak adalah relatif stabil. Sebagai contoh, jaringan neuron, letak korteks, posisi area-area otak yang mengendalikan pengalaman sensoris, kontrol motorik, dan penglihatan hampir tidak berubah. Pemrosesan yang terjadi  di otaklah-pikiran yang berlangsung secara dinamis. Pikiran memang cenderung lebih dinamis dibandingkan otak. Kita dapat mengubah pikiran kita dengan cepat tanpa adanya perubahan struktural yang kentara di otak, bahkan pola transmisi elektrokimia dapat berubah dengan sangat dinamis. Pikiran sadar kita dapat beralih dengan cepat dari lelucon ke renungan yang serius, dari introspeksi ke pedalaman terhadap karakter orang lain, dari hal-hal yang religious ke hal-hal duniawi lebih cepat daripada waktu yang diperlukan untuk membaca kalimat ini. Perubahan aktivitas neuron mengakibatkan perubahan pikiran, sedangkan struktur anatomis dasar dari otak itu sendiri tentu saja tetap stabil.

Peran Otak Kanan Pada Anak Usia Taman Kanak-kanak

Perkembangan otak kanan anak-anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan khususnya dilingkungan keluarga, sekolah, masyarakat. Pada lingkungan keluarga yang berperan mengoptimalkan perkembangan otak kanan.  Lingkungan  sekolah terutama usia taman kanak-kanak adalah guru pengajar di taman kanak-kanak. Dan selanjutnya di masyarakat adalah orang-orang sekitar yang ada di lingkungan masyarakat. Anak-anak usia taman kanak-kanak yang menggunakan otak kanan lebih dominan cenderung lebih kreatif dari pada yang menggunakan dominan otak kiri.

 Misalnya, pada saat mewarnai  anak yang menggunakan otak kiri lebih berimajinasi dari pada anak yang menggunakan otak sebelah kanan. Sehingga hasil mewarnai anak yang menggunakan otak kanan  lebih bagus dan bernilai dibandingkan anak yang menggunakan otak kiri. Contoh lain misalnya pada saat kegiatan seni seperti musik, anak yang menggunakan otak kanan lebih cepat tanggap dalam mengingat musik-musik yang akan dimainkan. Pada saat ini orang tua cenderung mengabaikan penggunaan otak kanan bagi anak-anak mereka, terutama di kota-kota besar. Hal itu terbukti karena orang tua yang selalu membatasi ruang gerak anak dalam bermain. Permainan atau bermain adalah kata kunci pada pendidikan anak usia dini. Ia sebagai media sekaligus sebagai substansi pendidikan itu sendiri. Dunia anak adalah dunia bermain, dan belajar dilakukan dengan atau sambil bermain yang melibatkan semua indra anak.


Rabu, 27 Januari 2016

Kebutuhan Gizi Anak


A.   Kebutuhan Gizi Anak
            Mencukupi kebutuhan gizi anak prasekolah merupakan perhal yang serius. Pasalnya, kebutuhan gizi yang cukup sangat dibutuhkan mereka untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal.  Para orangtua harus mencukupi kebutuhan gizi pada anak. Hal ini karena kebutuhan gizi anak tak hanya berguna sebagai stimulasi tumbuh dan kembangnya, tetapi juga agar mereka tetap fit. Seorang anak harus mendapatkan tambahan berat badan sekira empat sampai enam kilo per tahun dan kenaikan tinggi dua sampai tiga inci tinggi per tahun. Jika anak Anda tak tumbuh sesuai angka-angka ini, hal itu berari ada masalah dalam diri Anda. Untuk membantu Anda mencukupi kebutuhan gizinya, Shreya Brahme, seorang ahli gizi dan blogger di Ahli gizi Shreya, berbagi beberapa tips yang bisa diandalkan, seperti dilansir Healthmeup.

• Biarkan anak-anak untuk makan lima sampai enam porsi kecil setiap hari.

• Biarkan mereka makan saat mereka lapar.
• Stimulasi mereka melalui cerita, atau membuat makanan dengan bentuk beragam, menambahkan beberapa warna dalam makanan mereka. Misalnya, pada sayuran bekal mereka
• Biarkan mereka menikmati makanan dengan makan sendiri.
• Anda dan anak Anda harus bisa mengonsumsi atau melayani makan yang sama.
• Jangan menggunakan makanan sebagai hadiah atau hukuman.
• Berikan waktu anak makan sebagai pengalam yang menyenangkan untuk mereka.

B.        Lima  Kebutuhan Gizi Bayi
Ada lima kebutuhan gizi bayi yang harus dipenuhi agar tumbuh kembang bayi optimal. Simak juga sumber-sumber makanan yang dapat memenuhi kebutuhan dasar gizi bayi Anda.


Karbohidrat
Guna: Bahan baku menghasilkan energy yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas bayi.
Sumber: Beras, beras merah, tepung maizena, tepung roti, macaroni, pasta, kentang, havermut.

Protein

Guna: bahan utama pembentukan berbagai struktur organ, terutama tulang dan oto, termasuk sel-sel saraf otak.
Sumber: susu dan hasil olahannya (keju, krim dan yoghurt), daging (ternak, unggas, ikan), telur, tahu, tempe dan kacang-kacangan (kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah)

Lemak
Guna: bahan utama sumber energy, dan dibutuhkan oleh beberapa jenis zat gizi, misalnya vitamil A, agar dapat diserap oleh tubuh.
Sumber: minayk sayur (terutama minyak jagung, minyak wijen, dan minyak bunga matahari), santan, mentega atau margarin.

Vitamin dan mineral

Guna: memperlancar berbagai proses metabolism di dalam tubuh, termasuk proses penghantaran perintah di antara sel-sel saraf.
Sumber: bayam daun kangkung, brokoli, labu kuning, buncis muda, jagung, jamur merang,, kacang kapri, wortel, pisang, jeruk, tomat, papaya, semangka, alpukat, melon, pir, dan apel.

Air
Guna: memuaskan rasa haus bayi dan membantu melancarkan kerja pencernaan bayi.
Sumber: ASI/PASI, air putih matang, sari buah segar dan makanan berkuah.

Semua nutrisi bayi harus diberikan dalam kadar yang seimbang. Sumber masalah kesehatan anak-anak adalah jika asupan tidak seimbang, terutama jika hanya beberapa jenis zat gizi yang dikonsumsi bayi. Kecukupan gizi tentu akan mendukung pertumbuhan anak secara optimal.
Zat Gizi untuk Pertumbuhan Fisik & Mental
Makanan mempunyai pengaruh pada perkembangan fisik maupun mental anak. Susunan makanan seimbang yang baik untuk perkembangan fisik dan mental anak adalah yang mengandung zat – zat gizi berikut.
ð  Karbohidrat atau hidrat arang
Sebagai sumber energi terdiri dari dua jenis, yaitu karbohidrat kompleks (beras, jagung, roti, makaroni, kentang, tepung beras, tepung maizena, tepung kacang hijau, havermut). Susu merupakan sumber karbohidrat di samping sumber utama protein.
ð  Protein
Merupakan gizi utama untuk tumbuh secara normal. Protein didapat dari sumber makanan hewani, seperti susu, daging, ikan, ayam, keju, hati, dan telur. Juga bisa diperoleh dari sumber protein nabati seperti tahu, tempe, kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang-kacangan lain. Sumber protein utama dalam makanan bayi adalah ASI dan susu.
ð  Lemak
Merupakan sumber kalori yang penting dan menyediakan berbagai vitamin, seperti A,D,E,K. Air susu ibu (ASI) merupakan bahan makanan dengan komposisi asam lemak terbaik di antara bahan-bahan makanan yang lainnya, antara kain mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6 yang dibutuhkan untuk perkembangan kecerdasan anak.
ð  Vitamin
Diperlukan untuk mempertahankan kesehatan dan tumbuh kembang yang optimal. Vitamin A atau provitamin A banyak terdapat dalam susu, telur, ikan, tomat, wortel, labu kuning, bayam, kangkung dan sayuran berdaun hijau lainnya. Vitamin D terdapat antara lain dalam susu, telur dan minyak ikan. Vitamin E terdapat dalam serealia, minyak tumbuh-tumbuhan (minyak bunga matahari, minyak jagung), dan minyak ikan. Sedangkan vitamin B kompleks terdapat dalam roti, susu, daging, dan makanan hasil fregmentasi, seperti tempe. Vitamin C banyak terdapat dalam sayuran berdaun hijau, buah jeruk, limau, tomat, dan buah-buahan lain. Kepada bayi tidak perlu diberikan suplemen (tambahan) vitamin, kecuali kalau terjadi kelainan dan atas rekomendasi dokter.
ð  Mineral
Berguna untuk pertumbuhan, mempertahankan jaringan serta mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Dua jenis mineral yang perlu dipenuhi dengan baik kecukupannya adalah zat besi dan kalsium. Sumber zat besi yang baik sekali adalah ASI, karena penyerapan zat besi adalah 5-10 kali lebih baik dari makanan lainnya. Sumber zat besi yang lain adalah, daging, ikan, hati ayam, serta dalam jumlah sedikit dari sayur-sayuran. Sedangkan sumber kalsium adalah ASI, susu sapi, dan hasil produk yang dihasilkan dari susu.

B. Komposisi Makanan yang Baik

  • Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik.
  • Enzym adalah biokatalisator organik yang dihasilkan organisme hidup di dalam protoplasma, yang terdiri atas protein atau suatu senyawa yang berikatan dengan protein.
  • Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia.
  • Enzym bekerja secara spesifik, artinya enzim hanya mempengaruhi substrat tertentu saja.
Berdasarkan poin di atas, dapat kita tarik suatu hipotesis:
Komposisi makanan yang baik dalam sekali makan adalah komposisi makanan yang sederhana. Hal ini didasarkan pada kerja enzim yang spesifik. Jika kita makan makanan dengan komposisi yang terlalu komplek dalam satu porsi makanan, maka enzim tidak akan bekerja optimal. Hal ini akan berpengaruh terhadap berbagai resiko yang akan ditimbulkan dikemudian hari. Misalnya: diabetes (akibat glukosa yang tidak mampu "dikerjai" enzim dengan baik), kolesterol dalam darah yang tinggi (stroke jika di otak, serangan jantung jika di jantung), penyakit komplikasi dan kronis lain yang bisa ditimbulkan. 
Jadi jika ingin hidup sehat, maka :
  1. Pilihlah makanan yang sehat (bersih, higienis, bebas zat kimia).
  2. Porsi sehat dan seimbang (4 sehat 5 sempurna).
  3. Makan dengan  cara yang baik dan benar. 
  4. Komposisi makanan yang baik, berdasarkan kerja enzim yang spesifik.

Contoh pola makan berdasarkan komposisi makanan yang baik, berdasarkan kerja enzim yang spesifik:
  • Jam 06.00 : roti tawar gandum, air mineral atau susu
  • Jam 07.00 : telur. air putih
  • Jam 09.00 : pisang. air putih
  • Jam 12.00 : nasi, sayur, ayam (sebaiknya direbus, hindari gorengan), air putih
  • Jam 15.00 : buah (1 macam saja)
  • Jam 18.00 : nasi (sedikit). sayur, ayam. air putih (jeda dari makan)
  • Jam 19.00 : susu

Yang perlu diperhatikan:
  • Hindari makan makanan berat lebih dari jam 19.00
  • Perbanyak minum air putih 
  • Pilih lauk satu macam dalam satu hari. Misalkan hari Senin lauk telur (pagi,siang,malam). Hari Selasa lauk ayam (pagi, sore, malam). Hari Rabu lauk daging sapi (pagi, siang, malam). Hari Kamis lauk daging sapi (pagi,siang,malam). Hari Jumat lauk ikan air tawar (pagi,siang,malam). Hari Sabtu lauk ikan laut (pagi,siang malam), dst.
  • Jangan gabungkan ikan laut dengan daging hewan darat dalam satu waktu, misal ikan tuna dimakan bersama dengan daging kambing dalam satu porsi.
  • Jangan minum susu setelah makan ikan laut.
  • Komposisi sayur, sebaiknya sederhana dan minim bumbu yang bermacam-macam / kompleks.
Daftar komposisi nilai gizi bahan makanan berisikan nilai gizi dari beragam pangan yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Daftar ini berguna untuk merencanakan hidangan makanan yang baik dan memenuhi kecukupan zat gizi  serta sebagai penilaian pada konsumsi makanan sehari-hari apakah telah memenuhi kecukupan zat gizi. Daftar komposisi gizi bahan makanan ini ditujukan kepada semua pihak yang bersangkutan dengan makanan atau gizi, seperti: para petugas kesehatan dan gizi, ahli teknologi makanan, pengusaha makanan, pertanian, siswa sekolah dan lain-lainnya.
Berikut ini adalah Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) Indonesia yang dihimpun dari berbagai publikasi Departemen Kesehatan RI.

1.  Komposisi makanan bergizi

Makanan yang selama ini kita makan sob, bukan sekedar untuk memuaskan rasa lapar dalam perut kita saja. Tetapi makanan yang masuk dalam tubuh kita haruslah mengandung zat-zat yang bergizi yang berguna bagi tubuh kita. Adapun manfaat makan bagi tubuh kita adalah :

1. Sebagai sumber tenaga
( bekerja bagi orang dewasa, bermain-main bagi anak-anak, menulis, berjalan)
2. Sebagai bahan pembangun
( Agar anak dapat tumbuh dengan sehat sesuai dengan perkembangan umurnya, untuk memulihkan bagian tubuh yang rusak, misalnya karena terluka)
3. Sebagai zat pelindung
( Berbagai makanan mampu membantu tubuh dari serangan berbagai penyakit.


Dan kita juga harus memperhatikan komposisi makanan yang kita makan seharusnya memenuhi 6 macam zat seperti dibawah ini:

1. Karbohidrat, berguna sebagai sumber tenaga, biasanya terdapat pada beras, gandum, jagung, sagu,
umbi-umbian.
2. Lemak, bermanfaat untuk melarutkan vitamin A, D, E dan K dalam tubuh, terdapat pada lemak sapi,
lemak babi, minyak ikan, minyak kelapa.
3. Protein, berfungsi sebagai zat pembangun tapi bila makanan yang masuk dalam tubuh kurang
kandungan hidrat arang dan lemak, protein bisa dirubah menjadi kalori. Biasanya terdapat
pada daging, ayam, ikan, telur, susu, keju.
4. Mineral atau garam-garaman, berguna sebagai zat pelindung dan zat pembangun , biasanya terdapat
pada kuning telur, sayur hijau, kacang-kacangan, susu, ikan teri kering.
5. Vitamin, adalah zat makanan yang diperlukan untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Vitamin bisa
didapatkan dalam buah-buahan yang berwarna kuning, susu, keju, mentega, minyak ikan, kuning telur,
sayuran berwarna hijau dan kuning.



  
ð 
Agar tubuh bisa bertumbuh dengan baik dan badan menjadi sehat, makanan yang kita makan harus mengandung semua zat gizi dalam jumlah yang cukup. Untuk itu, kita dalam menyajikan makanan sehari-hari harus memperhatikan semua unsur gizi tersebut. Sajikan hidangan yang mencakup :
1. Nasi atau penggantinya seperti gandum, jagung, ubi, sagu.
2. Lauk pauk seperti tempe, tahu, daging, telur, ikan.
3. Semangkok sayuran
4. Buah-buahan.
Dilihat dari segi ilmu gizi, makanan yang kita makan mengambil peranan sebagai berikut :
ð   Nasi, atau gandum dan sejenisnya memberi rasa kenyang dan merupaka sumber tenaga/kalori.
ð  Daging atau penukarnya memberi rasa enak pada makanan dan berguna untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel dalam tubuh yang telah rusak.
ð   Sayuran merupka pendorong makanan agar mudah ditelan, juga berguna melindungi tubuh dari
serangan penyakit.
ð   Buah-buahan mempunyai fungsi yang sama dengan sayuran.

Agar lebih sempurna tambahkan susu bagi anak-anak dan ibu hamil. dan menyusui,
Untuk menyusun hidangan agar bermanfaat, perhatikan hal-hal berikut dalam menyusun hidangan :
1. Perhatikan nilai gizi dalam makanan yang disajikan.
2. Sesuaikan harga makanan dengan keuangan keluarga
3. mudah penyajiannya, kalau perlu pilih menu yang sekaligus terdapat sayuran dan daging/ikan dalam
sekali masakan
4. Enak rasanya dan bagus penyajiannya.
5. Susunlah menu secara bervariasi setiap hari agar tidak bosan.

Perhatikan pula cara mengolah makanan agar nilai gizi yang terkandung dalam makanan tidak rusak atau hilang. Beberapa zat makanan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
1. Garam-garaman (Mineral), vitamin B dan vitamin C akan larut dalam air.
2. Vitamin C tidak tahan udara dan tidak tahan panas.
  



Untuk itu perhatikan tips-tips sebagai berikut:
1. Cucilah sayuran sebelum dipotong-potong.
2. Jangan biarkan sayuran terendam air terlalu lama.
3. Masaklah sayuran beberapa menit sebelum jam makan.
4. Jangan membuang air rebusan sayuran, tapi gunakan utnuk merebus bahan makanan lainnya atau
diminum, karena air rebusan tersebut mengandung zat yang bergizi.
5. Tutuplah sayuran sewaktu dimasak.
6. Masukan sayuran dalam air mendidih, dan masaklah sebentar saja, jangan terlalu matang.
7. Hidangkan buah-buah dengan kulitnya. kupaslah sesaat sebelum dimakan.
8. Simpanlah sayuran segar dalam keadaan terbungkus di lemari es.
9. Bila memasak beras, jangan terlalu digosok-gosok dan jangan berulang-ulang.

 C.  Angka  Kecukupan GIZI yang dianjurkan dan Masalah GIZI Indonesia

Angka kecukupan gizi yang dianjurkan, Pangan merupakan salah satu hal pokok yang dibutuhkan tubuh setiap hari dalam jumlah tertentu sebagai sumber energi dan zat-zat gizi. Kekurangan atau kelebihan dalam jangka waktu lama akn berakibat buruk terhadap kesehatan. Kebutuhan akan energi dan zat-zat bergabung pada berbagai faktor, seperti umur, gender, berat badan, iklim, dan aktifitas fisik. Oleh karena itu, perlu disusun angka kecukupan gizi yang dianjurkanyang sesuai untuk rata-rata penduduk yang hidup di daerah tertentu.

Masalah Gizi di Indonesia

Pada saat ini Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, yaitu masalah gizi kurang dan maslah gizi lebih. Masalah gizi kurang pada umumnya disebabkan oleh kemiskinan; kurangnya persediaan pangan; kurang baiknya kualitas  lingkungan hidup (Sanitasi); kurangnyaa pengetahuan masyarakat tentang gizi (iodium).

Sebaliknya masalah gizi lebih disebabkan oleh kemajuan ekonomi pada  lapisan masyarakat tertentu disertai dengan kurangnya pengetahuan tentang gizi, menu  seimbang, dan kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA
Santoso Soengeng, Kesehatan Dan Gizi, 2005: Universitas Terbuka, Jakarta
Tabloid-nakita, Kategori : aneka crepes, komposisi makanan dan menu sarapan sehat,serba buah



Whole Language

BAB I
PENDAHULUAN


A.     LATAR BELAKANG MASALAH
Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan seseorang untuk mengutarakan perasaan yang sedang dialaminya, sehingga beban hidupnya dapat terasa lebih ringan. Bahasa juga merupakan beberapa simbol baik verbal maupun visual yang dapat digunakan untuk mendapatkan pemahaman suatu informasi baru. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membaca informasi tersebut di buku atau majalah dan dapat didengar melalui radio atau media elektronik.
Anak usia dini sebenarnya belum mampu menguasai kata-kata, dengan  kemampuannya yang sedang berkembang pesat, anak usia dini mulai mengerti dan memahami satu per satu makna kata, dan apa yang dikatakan oleh orang dewasa. Selain dapat berkomunikasi dengan orang dewasa, anak dapat berinteraksi dengan teman sebayanya.
Selain itu, dengan menggunakan bahasa anak akan tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang dapat bergaul ditengah-tengah masyarakat. Melalui bahasa pula anak dapat menceritakan pengalaman dan perasaannya melalui simbol-simbol yang dapat dipahami oleh orang lain.
Dengan melihat latar belakang tersebut maka diyakini bahwa bahasa adalah salah satu elemen penting yang harus dipahami dan dikuasai oleh anak. Oleh karena nya, pendidik anak usia dini harus dapat memahami pendekatan apa saja yang dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak.
Whole language adalah salah satu pendekatan dalam pembelajaran bahasa yang mengajarkan bahasa secara utuh. Pengajaran keterampilan berbahasa dan komponen bahasa  seperti kosakata dan tata bahasa disajikan secara utuh bermakna dalam satu situasi yang nyata.
Dengan pengajaran bahasa yang terpisah, sangat sulit untuk memotivasi anak untuk belajar bahasa, karena anak menganggap apa yang dipelajarinya tidak ada hubungannya dengan kehidupan mereka.
Pengajaran tentang penggunaan tanda baca, diajarkan secara bersamaan dengan keterampilan menulis, membaca ataupun berbicara. Pendidik berkewajiban untuk menyediakan lingkungan yang menunjang anak agar dapat mempelajari bahasa dengan baik.

B.      RUMUSAN MASALAH
1.    Apa yang dimaksud dengan whole language?
2.    Apa saja komponen whole language dalam pembelajaran bahasa?
3.    Bagaimana implementasi whole language dalam pembelajaran bahasa?
4.    Apa saja kelebihan dan kekurangan whole language?

C.      TUJUAN MAKALAH
      Tujuan Umum Makalah
Dengan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka tujuan umum dari makalah ini adalah untuk mengetahui gambaran secara umum tentang pendekatan whole language dalam pembelajaran bahasa anak usia dini:
Tujuan Khusus Makalah
Tujuan khusus makalah ini  adalah:
1.    Mengetahui apa yang dimaksud dengan pendekatan whole language.
2.    Mengetahui apa saja komponen yang terdapat dalam pendekatan whole language.
3.    Mengetahui implementasi pendekatan whole language dalam pembelajaran bahasa anak usia dini.
4.    Mengetahui kelebihan dan kekurangan whole language.

BAB II
KAJIAN TEORITIK

A.   PENGERTIAN WHOLE LANGUAGE
Pendekatan terpadu dalam pembelajaran bahasa dilandasi pandangan bahasa holistik atau whole language yang memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang bulat dan utuh. Pada hakikatnya whole language merupakan falsafah pandangan atau keyakinan tentang hakikat belajar dan bagaimana anak belajar secara optimal.
Weaver menyatakan bahwa whole language  pada dasarnya merupakan pandangan atau keyakinan tentang hakikat belajar dan bagaimana anak dapat belajar secara optimal. Sistem landasan keterpaduan dalam pembelajaran bahasa menyatakan bahwa belajar bahasa akan lebih mudah terjadi jika bahasa itu disajikan secara holistik nyata, relevan, bermakna, serta fungsional, jika bahasa itu disajikan dalam konteks pembicaraan dan dipilih anak untuk digunakan.
 Dengan kata lain bahwa whole language adalah suatu teori tentang sistem belajar bahasa dan bagaimana sistem tersebut dapat membantu kemajuan anak dikelas dan disekolah, yang dilakukan secara alamiah tanpa intervensi guru dan pembelajaran berpusat pada anak.

Rudell and Rudell mengatakan “is the use of the one language to decode and comprehend text. Because the foundation of literacy is language development, early childhood teacher must be aware of development of language, as well as the factors that influence its development”. Dapat diartikan bahwa bahasa merupakan salah satu cara untuk menguraikan dan memahami kalimat. Karena pada dasarnya keaksaraan merupakan suatu perkembangan bahasa, para pendidik harus menyadari perkembangan bahasa serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Whole language mengandung konsepsi bahwa bahasa merupakan gejala plural yang mempunyai keutuhan. Sebab itu, sebagai bahan pembelajaran, bahasa tidak dapat disikapi sebagai gejala yang tersegmentasikan secara artifisial melainkan disikapi sebagaimana gejala penggunaannya dalam berbagai peristiwa komunikasi.Sebagai wawasan yang ada dalam konteks pengajaran bahasa, penerapan prinsip whole language berimplikasi pada penyikapan bahasa sebagai bahan pembelajaran, bentuk pembelajaran, assessment, dan penilaian. Dalam artian luas, penerapan prinsip tersebut berimplikasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian program.

 

Redmond Mary Lynn yang menyatakan:
“The Whole Language Approach provides a learning environment in which the student participates in meaningful language experiences. Through the process of constructing language for communication purposes, the student develops the ability to listen, speak, read, and write in a natural manner.
Redmond Mary Lynn menyatakan bahwa pendekatan whole language menyediakan sebuah pembelajaran dari lingkungan yang mana anak dapat berpartisipasi dalam pengalaman-pengalaman bahasa penuh makna melalui proses mengkonstruksi bahasa untuk tujuan komunikasi, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis secara alami.
Berdasarkan berbagai definisi pendekatan whole language diatas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan whole language adalah pendekatan yang menekankan pada pembelajaran bahasa berpusat pada anak yang dilakukan dengan menyenangkan, anak membangun bahasa sendiri secara alami secara utuh tidak terpisah pisah antara mendengar, menyimak, berbicara, membaca dan menulis, situasi diciptakan agar mendorong ketertarikan pada anak untuk membaca dan pendapatkan pengetahuan melalui pengalaman-pengalaman secara.

B.   KOMPONEN WHOLE LANGUAGE
Whole language adalah cara untuk menyatukan pandangan tentang bahasa, tentang pembelajaran dan tentang orang-orang yang terlibat dalam pembelajaran. Dalam hal ini orang-orang yang dimaksud adalah anak dan guru. Whole language dimulai dengan menumbuhkan lingkungan berbahasa yang diajarkan secara utuh dan keterampilan bahasa diajarkan secara terpadu. Goodman mengatakan “…the class would be listening, speaking, writing and reading”. Dapat diartikan bahwa pembelajaran di kelas terdiri dari mendengar, bicara, menulis, dan membaca.

a.    Membaca
Kehidupan sekarang ini memang sudah tidak dapat dipisahkan dari bahan tulisan seperti buku, koran, majalah, brosur dan lain-lain. Membaca merupakan salah satu dari empat komponen perkembangan bahasa yang penting untuk dikuasai dan dipelajari oleh anak, dengan membaca seseorang dapat bersantai, berinteraksi dan bisa mendapatkan informasi serta pengalaman baru yang dapat mempengaruhi keberlangsungan hidup dimasa yang akan datang.
Mengajarkan membaca pada anak, itu sama saja seperti memberikan anak sebuah masa depan yang baik yaitu memberi anak bagaimana caranya agar ia dapat mengeksplorasi tentang apapun yang anak sukai. Sesuai dengan yang dikatakan oleh Bowman dan Bowman membaca merupakan sarana yang tepat untuk mempromosikan suatu pembelajaran sepanjang hayat.
membaca adalah kegiatan fisik dan mental untuk menemukan makna dan arti dari tulisan, walaupun dalam kegiatan ini terjadi pengenalan huruf-huruf. Membaca dikatakan kegiatan fisik karena melibatkan gerakan-gerakan tubuh, khususnya mata yang melakukannya dan dikatakan kegiatan mental karena melibatkan bagian-bagian pikiran khususnya persepsi dari ingatan akan kegiatan yang baru saja dialaminya (kegiatan membaca).
b.    Menulis
Pada anak usia dini menulis merupakan ekspresi atau ungkapan dari bahasa lisan ke dalam suatu bentuk goresan atau coretan. Diffily dan Morrison mengatakan “Another ingredient in the language and literacy program is hand writing. There is a connection between listening, talking, reading, writing” Dapat diartikan bahwa bahasa dan keaksaraan termasuk dalam tulisan tangan, hal tersebut harus menjadi bagian penting  dari program bahasa lisan dan tertulis. Ada hubungan antara mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Diffily dan Morrison (1996) menyarankan setidaknya enam tahap yang berbeda dari menulis: menggambar, menulis, diciptakan huruf, huruf acak, ditemukan ejaan, dan Spelling umum.
Contohnya:
Matthew menggambar bentuk sepertin lingkaran pada jendela mobil berkabut-up. "Aku menulis," ia bangga mengumumkan. "Apa isinya?" Tanya ayahnya. "Oh, saya tidak tahu. Saya hanya bisa menulis, saya tidak bisa membaca! "Jawab Matthew.
Terdapat beberapa tahapan dalam menulis bagi anak usia dini menurut Allyn and Bacon, yaitu:
At first children refer to picture when they pretendread familiar stories; later they realize that reading involves looking, fingerpoint reading of familiar storybooks occurs, children as young as 3 years of age recognize general feature of writing and can distinguish writing from non writing using the feature of linierity, to figure out how English print works, children must learn that letters of the alphabet code phonemes rather that whole words or syllables, recognizing latters of the alphabet requires children to differentitation distinctive features. One of the hardest features for childrent to understand is orientations”
Dapat diartikan dalam tahapan menulis bagi anak terdapat berbagai tahapan yaitu:
1.  Pada anak pertama mengacu pada gambar saat mereka berpura-pura membaca cerita akrab, kemudian mereka menyadari membaca yang melibatkan melihat cetak.
2.  Tahapan kedua pembacaan buku cerita akrab.
3.  Anak-anak berumur 3 tahun mengenali cara menulis coret dan dapat membedakan menulis dari non menulis menggunakan fitur linearitas.
4.  Anak mulai mengetahui bawa huruf-huruf tersebut bermakna, anak-anak harus belajar bahwa surat fonem kode alfabet daripada semua kata atau suku kata.
5.  Anak menyadari dalam membuat kalimat atau cerita. Setiap anak memiliki tingkat kesulitan untuk membuat kalimat yang berbeda. Salah satu tingkat kesulitan yang paling sulit untuk Anak-anak untuk memahami adalah orientasi.

c.    Bicara
Bicara merupakan perkembangan awal yang dapat dimiliki anak dalam berbahasa. Dengan bicara anak dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sebaya maupun orang dewasa. Saat perkembangan bicara anak berkembang pesat, secara tidak langsung rasa percaya diri anak akan tumbuh dengan baik karena anak dapat mengemukakan pendapat atau menceritakan suatu kejadian secara terstruktur dan dapat dimengerti oleh lawan bicara nya.
Bicara menurut Hurlock adalah bentuk bahasa yag menggunakan artikulasi atau kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan maksud. Karena bicara merupakan bentuk komunikasi yang paling efektif, penggunaannya paling luas dan paling.
Dalam suatu kelas itu tidak pernah lepas dari percakapan dan menulis. Guru menyediakan berbagai macam cara untuk memberikan pengajaran pada anak. Dengan menciptakan lingkungan yang nyaman, melakukan pelajaran kata dan menggunakan permainan. Guru memberikan penguatan untuk membantu anak dalam memahami bahasa.
Sebelum anak diajarkan berbicara, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran bicara. Menurut Hurlock hal penting dalam belajar berbicara, yaitu: (1) Persiapan fisik untuk berbicara (2) Kesiapan mental untuk berbicara (3) Model yang baik untuk ditiru (4) Kesempatan untuk berpraktek (5) Motivasi (6) Bimbingan.

d.    Menyimak
Menyimak merupakan kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi dan mereaksi makna. Selain itu, dengan menyimak anak dapat memahami apa yang ia dengar dan dari hal tersebut dapat terlihat apakah anak mengerti dengan kata-kata yang dibicarakan ileh oranglain. Elizabeth mengemukakan bahwa menyimak adalah salah satu keterampilan seni bahasa pertama yang dikembangkan. Setiap anak telah terlibat dalam proses mendengarkan jauh sebelum mereka masuk Taman Kanak-kanak.

C.   IMPLEMENTASI WHOLE LANGUAGE
a.    Membaca
Kegiatan membaca memberikan manfaat yang luar biasa bagi pertumbuhan dan perkembangan kita. Membaca seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak selayaknya bermain. Untuk itu diperlukan peran serta orangtua, guru, keluarga dan berbagai pihak dalam menumbuhkan minat baca pada anak usia dini.
Claudia menyatakan ada beberapa teknik yang dapat diikuti saat mengajarkan membaca, yaitu:
1.  Menebak          : Menebak apa yang akan terjadi selanjutnya dalam cerita.
2.  Pertanyaan      : Mengajukan pertanyaan yang ada dalam pikiran saat membaca
3.  Menjelaskan    : Menjelaskan saat ada suatu hal yang tidak dapat dipahami.
4.  Ringkasan       :  Mengulang gagasan utama dalam text.
5.  Evaluasi           : Memberikan pendapat, menarik beberapa kesimpulan dan berbagi apa yang anda pikirkan dari bacaan tersebut.
6.  Hubungan       : Membuat beberapa perbandingan atau menghubungkan antara apa yag telah dibaca dan pengalaman.

b. Menulis
   Pada setiap sekolah akan lebih baik menyelipkan kegiatan menulis bagi anak disetiap kegiatan. Menurut Bradley, & Pottle terdapat beberapa kegiatan yang sebaiknya diterapkan di sekolah agar pengalaman menulis bagi anak efektif, yaitu:

1.    Anak-anak harus menulis setiap hari
2.    Mencakup pusat menulis kelas dengan menulis dan pemberian bahan
3.    Guru menjadi contoh untuk perilaku menulis efektif dan berbagi cerita narasi mereka sendiri dengan anak-anak
4.   Anak-anak harus tumbuh pengalaman nyata
5.    Menulis harus terintegrasi di seluruh kurikulum
6.  Penulis muda harus diberikan kesempatan untuk berbagi   pekerjaan mereka dengan orang lain
7.    Mulai memberi tahu tanda baca untuk anak.
9.    Memberikan umpan bermakna kembali bagi siswa dan melihat kembali hasil tulisan anak untuk mendorong kemajuan anak menghormati anak sebagai penulis, mengakui bahwa ada berbagai perbedaan di setiap kelas

c. Bicara
            Berbicara merupakan suatu proses penyampaian informasi, ide atau gagasan. Kemampuan bicara anak usia dini biasa masih belum berkembang dengan baik, terutama pada penempatan kalimat dan penggunaan tata bahasa.
            Implementasi bicara menurut Laura Berk adalah sebagai berikut:
Tipe kata
Deskripsi
Contoh
Persentase total
Kata benda
Menggunakan untuk memahami suatu benda.
Apel, bola, burung, perahu, dan sebagainya.

Kata kerja
Kata yang menggambarkan permintaan atau menuntut perhatian.
Selamat tinggal, pergi, hai, linat, lebih, keluar.

Kata pernyataan
Kata yang digunakan untuk menunjukkan kualitas benda atau suatu kejadian.
Semua hilang, besar, kotor, panas, kepunyaanku, cantik, basah.

Kata sifat
Kata yang menggambarkan ekspresi emosional dan hubungan sosial.
Tidak, tolong, ingin, iya, terimakasih.

Kata fungsi
Kata yang menghubungkan tata bahasa.
Untuk, adalah, apa, dimana.

           
d.    Menyimak
Kemampuan menyimak anak dapat dikembangkan oleh guru disekolah maupun orangtua dirumah dengan menggunakan pendekatan whole language. Dimana pembelajaran kemampuan menyimak ini disatukan dengan kemampuan menulis atau membaca. Apabila anak sangat sulit untuk mendengar atau menyimak dengan baik, orang dewasa garus memeriksakan keadaan telinga anak ke dokter untuk mengetahui apakah ada gangguan atau tidak.
Menurut Elizabeth, guru dapat merancang kelas sedemikian rupa untuk meningkatkan perkembangan menyimak anak, yaitu:
Setting the conditioning for group listening:
(1) Listening activities, positive reinforcement works wonders with this age group. Find someone who is ready, praise them and mostchildren will follow suit.
(2) The teacher’s voice, This is a tool that need to be cultivated. If the teacher is talking in a LOUD voice, the children will talk in a LOUD voice. If the teacher speaks in measured, soft tones, many of the children will follow suit and it will make the job easier. 
(3) Good listener headbands, students can wear the headbands as a special reward, or they can all wear during certain times. Wearing the headbands with over-sized ears serves as a reminder to focus upon the skill of listening in a way that appeals to the imagination.
(4) Close your eyes and listen for the chat,have students be “quiet as a mouse” and close their eyes and listen to the sounds in the classroom.
(5) A quiet whispering rhyme, use the following rhyme at any time of day when the class is getting too loud. Start chanting it and student will pick up the rhythm and quiet down.
 (6) Let’s go on a listening walk, have students line up, each with a partner and go through the school on a “listening walk”.
 (7) Let’s go on a outdoor listening walk, have students line up for outdoor playtime a bit early one day so that they can listen for outdoor sounds while walking around the playground.
(8) A sample experience chart story, come back into the classroom after playtime and talk about the sounds you heards outdoors.
              Dapat diartikan bahwa pengkodisian anak pada saar menyimak yaitu: (1) kegiatan Menyimak, menjadi penguatan positif pada anak usia dini untuk mendengarkan pada saat anak lain berbicara.(2) Suara guru, pada kegiatan ini guru mengajarkan anak untuk berbicara dengan nada suara yang lebih lembut. Hal  itu akan membuat pekerjaan lebih mudah.(3) anak di berikan contohnya sebuah ikat kepala “pendengar yang baik”, dengan mengenakan ikat kepala tersebut menjadi mengingat bahwa ia harus menjadi pendengar yang baik. (4) anak bermain “tutup mata” untuk belajar mencari suara apa saja yang ia dengarkan. (5) anak belajar untuk menyimak dengan bermain “kuda bisik”. (6) anak diminta untuk mendengarkan temannya becerita. (7) anak juga dapat diajak belajar menyimak dengan diajak  mendengarkan suara yang ada disekitarnya atau diluar ruangan. (8) setelah anak bermain anak diminta untuk menceritakan kegiatan atau hal apa yang sudah ia dengarkan.
                                    Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kedelapan rancangan pengkondisian kelas ini dapat dicoba oleh guru untuk meningkatkan perkembangan menyimak anak.

D.   KELEBIHAN DAN KEKURANGAN WHOLE LANGUAGE
Dalam setiap pendekatan yang dikembangkan oleh guru, sudah pasti terkandung kelebihan dan kekurangan. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan yang didapat dalam pendekatan whole language:
a.      Kelebihan whole language
1.     Pengajaran bahasa disajikan secara utuh dan menyeluruh.
2.     Siswa berperan aktif didalam kelas.
3.     Whole language dapat digabungkan dengan berbagai disiplin ilmu yang lainnya.

b.     Kekurangan whole language
1.     Perubahan dari kelas biasa kedalam kelas whole language memerlukan waktu yang lama.
2.     Guru harus dapat memahami konsep dan komponen apa saja yang terdapat dalam whole language.

BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
Model whole language merupakan model pembelajaran bahasa yang menekankan bahwa pembelajaran bahasa merupakan sesuatu yang utuh, yang tidak memisahkan aspek-aspek keterampilan berbahasa. Selain itu, dalam whole language siswa dituntut untuk aktif pada setiap kegiatannya dan guru hanya berperan sebagai mediator, pengarah dan membantu siswa dalam belajar.
Dengan kata lain bahwa whole language adalah suatu teori tentang sistem belajar bahasa dan bagaimana sistem tersebut dapat membantu kemajuan anak dikelas dan disekolah, yang dilakukan secara alamiah tanpa intervensi guru dan pembelajaran berpusat pada anak.

B.    SARAN
Pendidkan di Indonesia dapat menerapkan sistem pengajaran yang berpusat pada anak sehingga anak dapat menggali informasi dan dapat memahami berbagai ilmu pengetahuan.
Diharapkan pula guru sebagai mediator dapat mempelajari tentang pendekatan yang sesuai dengan kondisi, sarana prasarana dalam lembaganya. Guru juga harus dapat mengamati apa yang menjadi minat, motivasi serta dapat bersahabat dengan anak didik.
DAFTAR PUSTAKA

Akhadiah.Sabarti. Bahasa Indonesia I.1991.hal 4, Thesis Magister FPBI Univ.Sebelas Maret

Aminuddin.Whole Language dalam Pengajaran Bahasa, Seni dan Desain.1994.
Ann Miles Gordon. Kathryn Williams Brown. Beginning and Beyond Foundation in early childhood education sixth edition. (USA: Thomson,2004). h.509
Claudia Eliason, Loan Jenkins, Practical Guide to Early Childhood Curriculum. (USA: Pearson, 2008).

Claudia. Eliason, Loa Jenkins, Practical guide to early childhood curriculum eight Edition. (USA:PEARSON).
Diakses dari http://journal.um.ac.id/index.php/seni-dan desain/article/view/2235pada tanggal 20 September pukul 11.35 WIB
Elizabet, Kindergarten Teacher’s Survival Guide. (NewYork: The Center For Applied Reasearch un Education 1997).
Hariyanto, Pendekatan Whole Language sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Pengalaman Pribadi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: tidak diterbitkan, diakses dari eprints.uns.ac.idpada tanggal 3 April 2015 pukul 22.32 WIB
Hurlock. Child Development (McGraw-Hill,Inc 1978).
Redmond.Mary Lynn.Foreign Language Annals vol.27 no.3.Jurnal.Diakses dari eprints.uns.ac.id pada tanggal 20 September 2015 pukul 11.45 WIB
Sugiarto. Perbedaan Hasil Belajar Membaca Antara Siswa Laki-laki dan Perempuan yang Diajar Membaca dengan Teknik Skimming, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan No. 037 Tahun ke-8 (Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional).